BAB I KONSEP DASAR
A. Konsep Dasar Sistem
1. Definisi Sistem
Sistem sangat berperan penting bagi manajemen pada semua tingkatan,
terutama sistem informasi. Sistem informasi digunakan untuk mendukung
pengambilan keputusan. Sebuah sistem terdiri atas bagian-bagian atau komponen
yang terpadu untuk suatu tujuan yaitu adanya masukan, pengolahan data dan
keluaran. Saat ini sistem dapat dikembangkan hingga menyertakan media
penyimpanan. Sistem banyak memberikan manfaat dalam memahami lingkungan
sekitar yang saling berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi secara bersamaan untuk mencapai tujuan tertentu. Hal ini pun dikemukakan oleh
Tata Sutabri bahwa sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kumpulan atau
himpunan dari unsur, komponen atau variabel yang terorganisir, saling
berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. Dengan demikian, konsep dasar
suatu sistem dapat dilihat dari 2 pendekatan, yakni:
![]() |
| Gambar 1.1 Pendekatan Konsep Dasar Sistem |
Terdapat dua kelompok ahli yang memberikan definisi sistem dengan
penekanan kepada masing-masing pendekatan, satu kelompok menekankan
definisi kepada pendekatan prosedur atau proses sistem dan satu kelompok
lainnya menekankan kepada pendekatan komponen. Namun, kedua pendapat
ini tidak bertentangan hanya cara pendekatan yang digunakan berbeda. Untuk
memberikan gambaran, di bawah ini dikutip pengertian sistem dari para
pakar dalam Tata Sutabri, sebagai berikut:
- Gordon B. Davis menyatakan, sistem bisa berupa abstrak atau fisis. Sistem abstrak adalah susunan yang teratur dari gagasan atau konsepsi yang saling bergantung. Misalnya sistem teologi adalah susunan yang teratur dari gagasan tentang Tuhan, manusia, dan lain sebagainya. Sedangkan sistem yang bersifat fisik adalah serangkaian unsur yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan.
- Sedangkan Norman L. Enger menyatakan suatu sistem dapat terdiri atas kegiatan-kegiatan yang berhubungan guna mencapai tujuan-tujuan perusahaan seperti pengendalian inventaris atau penjadwalan produksi.
Apabila suatu sistem memiliki sesuatu yang lebih besar maka sistem ini
disebut super sistem atau supra sistem. Kalau di
gambarkan sebagai berikut :
![]() |
| Gambar 1.2. Subsistem, Sistem, dan Super Sistem |
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri dari pengertian
sistem terdiri dari berikut ini.
- Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur atau subsistem-subsistem.
- Subsistem-subsistem tersebut merupakan bagian terpadu dari sistem itu sendiri.
- Subsistem saling berhubungan dan saling ketergantungan untuk mencapai tujuan dari sistem.
- Suatu sistem merupakan bagian dari sistem yang lebih besar.
2. Karakteristik Sistem
a. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi,
yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponenkomponen dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
b. Batas Sistem
Setiap sistem memiliki batas-batas luar yang memisahkannya dari
lingkungannya. Batas sistem adalah wilayah yang membatasi antara satu
sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungannya. Batas suatu
sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.
c. Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan luar adalah lingkungan di luar batas sistem yang
mempengaruhi operasi sistem. Pengaruh tersebut dapat bersifat positif atau
negatif suatu sistem tersebut. Pengaruh yang positif dapat dipelihara dan
dijaga, sedangkan pengaruh negatif harus dikendalikan karena dapat
mengganggu sistem.
d. Penghubung Sistem
Penghubung adalah media yang menghubungkan atau mengintegrasikan
antara satu subsistem ke subsistem yang lainnya menjadi satu kesatuan.
e. Masukan Sistem
Masukan adalah serangkaian data (signal input) atau maintenance input
dari dalam atau dari luar lingkungan untuk diolah dalam sistem untuk
dioperasikan. Contoh di dalam sistem komputer, program adalah
maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan
data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
f. Keluaran Sistem
Keluaran adalah hasil dari proses dan diklasifikasi menjadi keluaran
yang berguna. Keluaran merupakan masukan untuk subsistem yang lain.
Informasi adalah keluaran yang dihasilkan dari proses.
g. Pengolah Sistem
Pengolah merupakan suatu yang merubah masukan menjadi keluaran.
Contoh Sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan
keuangan yang diperlukan oleh manajemen.
h. Sasaran Sistem
Sistem yang baik tentu memiliki sasaran yang ingin dicapai. Sasaran
adalah sesuatu yang menjadi target yang ingin dicapai dari suatu sistem.
Sasaran yang dicapai dari suatu sistem menentukan masukan yang
dibutuhkan. Suatu sistem dikatakan berhasil apabila sasaran yang telah
ditentukan dapat dicapai dengan baik.
![]() |
Gambar 1.3. Elemen-Elemen Sistem |
3. Klasifikasi Sistem
Berdasarkan klasifikasi sistem dapat ditinjau dari berbagai segi dan dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu :
a. Sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system)
Sistem abstrak adalah sistem berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak
tampak secara fisik, seperti sistem teologia.
Sistem fisik adalah sistem
yang nyata secara fisik, seperti sistem komputer, sistem akuntansi,
sistem informasi
b. Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human
made system)
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi secara alami,
tidak dibuat oleh manusia, misal sistem perputaran bumi.
Sistem buatan
manusia adalah sistem yang dirancang dan dibuat oleh manusia, misal
sistem informasi akuntansi, sistem pendidikan. Apabila sistem dirancang
dan dibuat manusia berinteraksi dengan mesin maka disebut humanmachine system.
c. Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tidak tentu
(probabilistic system)
Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi
dengan perilaku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi antarbagian dapat
dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem sudah dapat
diramalkan, misal sistem komputer.
Sistem tak tentu adalah sistem di
mana kondisi ke depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung
teori kemungkinan.
d. Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system)
Sistem
tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan
luar. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa campur tangan pihak luar.
Namun, sebenarnya tidak ada sistem yang tertutup, yang ada adalah
relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup. Sistem terbuka adalah sistem
yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luar.
Sistem ini
menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar
atau subsistem yang lainnya.
B. KONSEP DASAR INFORMASI
1. Definisi Data dan Informasi
Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu
kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian adalah
sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Sedangkan Informasi adalah sebagai
hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih
berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Jadi, istilah data dan informasi adalah, data berupa bahan mentah
sehingga perlu diolah dan relatif belum memberikan manfaat bagi
penggunanya sehingga perlu diolah lebih lanjut melalui media-media suatu
model untuk dihasilkan menjadi suatu informasi yang berguna.
2. Siklus Informasi
Sehingga, apabila digambarkan secara sederhana pemrosesan data menjadi
informasi dapat dilihat di bawah ini :
![]() |
| Gambar 1.4. Pemrosesan Data menjadi Informasi |
Data dapat sangat sederhana, tetapi data juga dapat sangat rumit. Oleh
karena itu, data perlu diolah melalui suatu model tertentu untuk menjadi
informasi. Informasi akan diterima oleh Pemakai dan Pemakai akan membuat
suatu keputusan dan tindakan, hal ini berarti akan menghasilkan tindakan
yang lain dan akan menghasilkan data baru yang lain. Data baru akan
digunakan kembali oleh Pemakai dan akan menjadi input, selanjutnya akan
diolah kembali. Demikian terus sehingga membentuk siklus yang disebut siklus informasi atau siklus
pengolahan data.
Data yang memiliki nilai akan menghasilkan kualitas informasi. Data
yang berkualitas harus memenuhi
3 ketentuan, yakni
a. Ketelitian Data (precesion)
Ketelitian data dapat ditentukan oleh kecilnya perbedaan jika observasi
yang menghasilkan itu diulangi atau sumber data yang sama digunakan
dalam observasi terhadap kasus yang sama
b. Komparabilitas data
(comparability)
Data yang memiliki standarisasi yang jelas dan dapat
dipertanggungjawabkan sehingga menyulitkan dalam mengambil suatu
keputusan atau tidak menimbulkan keraguan.
c. Validitas data (validity).
Data yang memiliki kegunaan yang tepat dengan kebutuhan dari suatu
tujuan yang ingin pemakai, sebab data yang berkualitas belum tentu
valid jika tidak menunjang tujuan pemakai.
3. Kualitas Informasi
Fungsi utama dari informasi adalah menambah pengetahuan atau
mengurangi ketidakpastian pemakai informasi. Kualitas informasi akan sangat tergantung
kepada 3 hal, yaitu sebagai berikut :
a. Informasi harus akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau
menyesatkan. Akurat berarti informasi harus jelas mencerminkan
maksudnya. Dikarenakan dari sumber
informasi sampai ke penerima informasi, kemungkinan banyak terjadi
gangguan (noise) yang dapat mengubah dan merusak informasi tersebut.
b. Informasi harus tepat pada waktunya
Informasi yang dikirim atau diterima tidak boleh terlambat diterima si
penerima, sebab informasi yang usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Apalagi jika informasi tersebut merupakan dasar untuk dijadikan dalam
pengambilan keputusan. Jika pengambilan keputusan terlambat maka
berakibat fatal bagi suatu organisasi.
c. Informasi harus relevan
Informasi harus memiliki manfaat bagi pemakainya dan relevansi
informasi bagi setiap orang akan berbeda.
4. Nilai Informasi
a. Manfaat dari informasai tersebut
Nilai dari suatu informasi dilihat dari bermanfaat atau tidaknya untuk
membuat keputusan. Pengguna informasi adalah pembuat keputusan. Dia akan menentukan apa yang akan diputuskan atau
dilakukan setelah mendapatkan informasi, dan karenanya dia membutuhkan informasi yang bernilai.
b. Biaya untuk mendapatkan informasi
Seperti yang dijelaskan diatas, nilai sebuah informasi akan bertambah jika pengguna informasi merasa membutuhkan sebuah informasi tersebut. Dan biaya yang dikeluarkan oleh pengguna informasi akan lebih tinggi sebesar nilai dari informasi tersebut.
C. Konsep Dasar Sistem Informasi
1. Definisi Sistem Informasi
Beberapa pakar mendefinisikan sistem informasi sebagai berikut :
- Sistem informasi menurut Tata Sutabri adalah suatu sistem di dalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
- Menurut Jogiyanto, sistem informasi didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedurprosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan yang cerdik.
- Kenneth C. Laudon, mendefinisikan sistem informasi secara teknis sebagai satuan komponen yang saling berhubungan yang mengumpulkan (atau mendapatkan kembali), memproses, menyimpan, serta mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan kendali dalam suatu organisasi. Sebagai tambahan terhadap pendukung pengambilan keputusan, koordinasi, dan kendali, sistem informasi dapat juga membantu para manajer dan karyawan untuk meneliti permasalahan, memvisualisasikan pokok-pokok yang kompleks, dan menciptakan produkproduk baru
2. Komponen-Komponen Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan, yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen
teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen
kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu
kesatuan untuk mencapai sasaran.
a. Komponen input
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode
dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumendokumen dasar.
b. Komponen model
Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan
memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah
ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
c. Komponen output
Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan
dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.
d. Komponen teknologi
Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk
menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan
mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
e. Komponen hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan
sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari
sistem informasi.
f. Komponen software
Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data
yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.
g. Komponen basis data
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan
satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat
lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan
penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan
sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang
baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau
dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database
Management System).
h. Komponen kontrol
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, te,peratur, air,
debu, kecurangankecurangan, kegagalankegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan,
sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk
meyakinkan bahwa halhal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur
terjadi kesalahankesalahan dapat langsung cepat diatasi.
Daftar Pustaka
- Kusnendi. "Modul 1 Konsep Dasar Sistem Informasi"
- Priyanto, Ida F. 2013. "Nilai Informasi" dalam Berkala Informasi dan Perpustakaan.
- Magaline, Ferdinand, Billy Mahamdu, Edwin Ho. "Jurnal Sistem Informasi"



.jpg)
Komentar
Posting Komentar